Menandai Empat Tahun Kepemimpinan, Mangkunegaran Siap Gelar Tingalan Jumenengan Kaping 4 K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X
Surakarta — Pura Mangkunegaran tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan Tingalan Jumenengan Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkoenagoro X kaping 4, yang akan dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026. Upacara adat tahunan ini menjadi penanda empat tahun perjalanan kepemimpinan Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X, sekaligus pembuka tahun kelima kepemimpinan beliau di Mangkunegaran.
Tingalan Jumenengan bukan sekadar peringatan hari penobatan, melainkan momentum refleksi dan ungkapan syukur atas perjalanan kepemimpinan yang telah dilalui. Dalam tradisi Mangkunegaran, peringatan ini juga menjadi ruang untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kebudayaan, kebersamaan, dan tanggung jawab kepemimpinan yang berakar pada tradisi, namun tetap relevan dengan zaman.
Rangkaian prosesi Tingalan Jumenengan kaping 4 akan dilaksanakan melalui sejumlah ritual adat yang sarat makna. Acara diawali dengan Royal Defile atau kirab Bergada Prajurit Mangkunegaran, sebagai simbol kesiapsiagaan dan kewibawaan institusi Mangkunegaran. Prosesi dilanjutkan dengan tari Bedhaya Anglir Mendhung, serta klenengan gamelan yang mengiringi suasana sakral upacara. Sebuah persembahan juga akan diberikan oleh R.Ngt.T. Dr. Peni Candra Rini, menambah kekayaan ekspresi budaya dalam rangkaian acara.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Mangkunegaran melibatkan sekitar 1.000 masyarakat, yang terdiri atas pelajar Sekolah Menengah Pertama, komunitas seni dan budaya, serta warga di lingkungan sekitar Pura Mangkunegaran. Selain itu, acara ini turut dihadiri oleh kurang lebih 800 tamu undangan, termasuk tokoh adat, budaya, dan pemangku kepentingan dari berbagai latar belakang.
Setiap Tingalan Jumenengan selalu menghadirkan penekanan nilai yang disampaikan melalui sabda dalem K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X, sebagai penegasan arah kepemimpinan dan visi Mangkunegaran. Momentum ini sekaligus menegaskan peran Mangkunegaran sebagai ruang hidup kebudayaan yang terus dirawat bersama masyarakat.
Melalui penyelenggaraan Tingalan Jumenengan kaping 4 ini, Mangkunegaran berharap tradisi tidak hanya diperingati, tetapi juga dimaknai dan dihidupi bersama, sebagai fondasi untuk menapaki masa depan yang berakar kuat pada nilai-nilai budaya.
- 26 Jan, 2026
- 264
- Blog ,
